PENGALAMAN PERTAMAKU DI NEGERI JACKY CHAN

Hongkong, 3 April 2010

Udara 18 derajat celcius membuat suasana sore itu terasa sejuk. Tepat pukul 14.30 waktu hongkong saya mendarat. Tepat sesuai jadwal. Alhamdulillah perjalanan lancar, aman dan menyenangkan. Pengalaman pertama naik pesawat, pertama mengunjungi daerah asing, pertama mengunjungi negeri orang, negeri kelahirannya bintang film terkenal, Jacky Chan. Selama di pesawat saya sengaja mencari, kira-kira adakah orang indonesia yang bisa diminta bantuan menjadi petunjuk jalan. Jujur, saat itu saya memang masih agak bingung, mau kemana-mana sulit. Bahkan sekedar untuk ke kamar kecil saja enggan. Kucoba tengok kanan kiri mencari teman dari indonesia, rata-rata mereka adalah orang china yang bahasanya sama sekali tidak saya mengerti. Ada yang mengatakan itu bahasa cantonese, tapi ada juga yang mengatakan itu bahasa mandarin. Entahlah. Yang pasti itu bahasa asing yang bikin pusing.

Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya pesawat mendarat di bandara internasional Hongkong. Mata ini masih mencoba menyelidik, siapa tahu ada orang indonesia yang bisa jadi petunjuk jalan. Langkah sengaja diperlambat, dengan harapan ada orang indonesia yang jalan mendahuluiku. Benar saja, belum jauh ku melangkah, ada sosok khas indonesia, menenteng sebuah buku, yang kovernya masih ku ingat betul “ Melejitkan otak tengah “ . Tanpa ragu, langsung saya kejar sosok itu dan kulanjutkan dengan sapaan “ sendirian pak ? “ tanyaku
“ Iya, sendirian” jawabnya dengan senyuman
“ Mau kemana pak? “
“ mau ngisi training , mas mau kemana ? “
“ ooo, saya juga mau ngisi acara pengajian pak . Taklim ibu-ibu “

Ustad Basuki. Beliaulah yang menjadi teman perjalanan di bandara. Sekaligus menjadi guide dadakan. Percakapan kami berlanjut sampai ke tempat imigrasi hongkong. Setiba di sana, aku sedikit grogi menjawab pertanyaan dari petugas. Tapi alhamdulillah, ternyata Allah memudahkan saya untuk melewati petugas itu. Tidak seperti yang sering di alami orang-orang sepertiku, yang menjadi tamu asing bagi mereka. Bahkan, ustad basuki, orang yang baru saya kenal tadi, beberapa tahun yang lalu sempat ditahan di imigrasi, dipersulit, diinterogasi. Katanya, beliau dicurigai karena membawa barang-barang mencurigakan. Bahkan, orang sekelas habiburrahman el shirazi,beberapa bulan yang lalu pernah ditahan berjam-jam di kantor imigrasi hongkong, karena alasan yang sama, mencurigakan.

Masih ingat betul dengan pesan panitia mengenai trik melewati petugas imigrasi. Pertama, jangan mengesankan penampilan yang mencurigakan. Jawab pertanyaan yang jelas mengenai tujuan dan tempat tinggal selama dihongkong. Sertakan juga contact person yang bisa dihubungi di sana. Kesankan kepada mereka bahwa kita adalah visitor atau pengunjung wisata. Bahkan biasanya, kita akan diminta untuk menunjukkan uang yang dibawa agar meyakinkan mereka bahwa kita tidak akan menjadi gelandangan hongkong. Untungnya, beberapa hal diatas tidak semuanya terjadi pada saya. Saya hanya ditanyakan tujuan ke hongkong, berapa lama dan tinggal dimana? Saya agak kelabakan ketika petugas menanyakan “ where do u live ? . Saya berfikir agak lama, karena panitia tidak memberitahu mengenai tempat saya menginap nanti. Akhirnya, dengan jawaban asal saya bilang “ Apartmen “. Petugas kembali bertanya “ What name of apartment ?” waduhh…
Saya tambah kelabakan, mau jawab apalagi yaa? Akhirnya saya coba tenangkan diri, berusaha tidak panik, walaupun sebenarnya panik juga. Ketika ingat ada seorang ustad yang akhirnya pulang ke indonesia gara- gara tidak bisa melewati imigrasi hongkong. Kebetulan ustadz itu, berangkat tidak berbeda jauh waktunya dari saya. Dengan mengandalkan bahasa inggris hasil kursus cepat dengan teman, saya jawab dengan bahasa sekenanya. “ Sorry sir. I don’t know name of apartment. But, I have friend in there. “ Petugas itu Cuma mengangguk-anggukkan kepala. Entah karena faham tentang kondisi saya, atau karena bingung? Yang pasti , paspor saya berhasil diberikan stempel olehnya. Pertanda saya bisa masuk imigrasi dengan sukses. Alhamdulillah..

Orang yang tadi saya kenal ternyata masih setia menunggu didepan. Ia menanyakan, bagaimana kondisi tadi ? Saya jawab alhamdulillah lancar. Kamipun melanjutkan langkah untuk mencari bagasi bawaan kami. Selama pencarian bagasi saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali informasi tentang profil dirinya. Ternyata, orang yang bersama saya ini, adalah seorang ustad yang satu aktifitas dengan saya. Beliau aktif disebuah organisasi politik Islam di daerah jawa tengah. Sebut saja PKS. Senang sekali,rasanya bisa bertemu dengan seorang ustadz yang low profile namun tetap berwibawa.
Pencarian bagasi belum menunjukkan hasil. Sayapun berinisiatif untuk menanyakan kepada petugas bandara mengenai keberadaan bagasi yang berasal dari pesawat garuda bernomor GA 860. Ia menunjukkan ke arah layar, dan memberitahu kita posisi dimana bagasi dari jakarta. Dengan langkah agak dipercepat, kami berdua bergegas kesana. Tidak sampai 10 menit, akhirnya kami menemukan bagasi yang kami cari. Alhamdulillah…

Kamipun sepakat untuk melanjutkan langkah menuju tempat yang berbeda.
“Ustad, kita berpisah disini. Panitia sudah menunggu di pintu D, nanti ana akan hubungi antum. Bahkan kalau sempat nanti ana akan hadir di acara antum besok pagi. Insya allah …”

Kamipun berpisah. Dengan tujuan yang sama. Membumikan Al Islam di negeri hongkong. Semoga kita bertemu kembali yaa ustad. Di acara dan gelombang yang sama…. (Radio Mode On)

(bersambung)

Tentang ali bashfar abu abdillah

Tahsin Online, Tadabbur Online, Tajwid Online, Ngaji Online, Quran Online
Pos ini dipublikasikan di DUNIA QURAN. Tandai permalink.

2 Balasan ke PENGALAMAN PERTAMAKU DI NEGERI JACKY CHAN

  1. lutfi berkata:

    persis sama dengen yg ane alamin waktu pertama tiba jepang di imigrasi jepang..bedanya bukan seorg ust yg jd guide and guard dadakan blio seorng karyawan pt. siemens.

  2. Sudarmanto berkata:

    So Good Is The Best For The Best On Movie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s