Sepuluh Resep Mujarab Tadabbur Al Quran

Sepuluh Resep Mujarab Tadabbur Al Quran

Banyak orang yang bisa membaca Al Quran tapi tidak memberikan pengaruh apa-apa baginya. Padahal fungsi Al Quran adalah sebagai kitab hidayah yang seharusnya membawa pengaruh positif untuk pribadi, keluarga dan masyarakat luas. Faktor utama yang menjadi penyebab terhalangnya manusia dari keberkahan Al Quran adalah karena lemahnya tadabbur terhadap ayat-ayat yang dibaca. Bacaan hanya sebatas bacaan lisan tidak melibatkan akal dan perasaan.

Padahal jika saja para pembaca Al Quran melibatkan akal dan perasaannya disaat membaca Al Quran, mereka akan merasakan manfaat sebagaimana para sahabat Rosulullah merasakannya. Begitu besar pengaruh Al Quran menghujam kedalam jiwa dan dada mereka. Melalui Al Quran-lah mereka mendapatkan petunjuk yang mulia , dari Al Quran-lah mereka belajar peradaban dunia, dari zaman purbakala hingga dunia ini binasa. Dan dengan Al Quran-lah mereka bisa menaklukkan dunia dan mampu menorehkan tinta emas yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah.

Syekh DR Khalid Abdul Karim Al Lahiim, seorang ulama terkemuka, seorang ahlul Quran, guru besar Ilmu Al Quran di Universitas Ibnu Suud Kerajaan Saudi Arabia. Memberikan resep mujarab untuk ummat islam agar meraih keberkahan dari mentadabburi Al Quran. Di dalam kitab “ Mafaatihu Tadabbur Al Quran Wa An Najaah Fiil Hayah “ Beliau memaparkan setidaknya ada 10 resep mujarab untuk mentadabburi Al Quran yang beliau rangkum dalam sebuah ungkapan  ” لإصلاح ترتجي” (Untuk perbaikan yang kau harapkan) yaitu :

  1. ل ( (قلب”Hati” Artinya bahwa hati adalah alat untuk memahami AL Quran. Sedangkan hati berada ditangan Allah SWT yang sifatnya berbolak balik sesuai dengan kehendak Allah SWT. Terkadang dalam keadaan Taqwa namun suatu saat bisa saja berubah menjadi durhaka. Seorang pembaca Al Quran sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT didalam merawat hati. Jika hati selalu terawat, maka pesan Al Quran akan mudah meresap kedalam jiwa. Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa memusatkan hati dan fikiran pada saat menerima sinyal-sinyal robbani. Bagaimana mungkin sinyal-sinyal robbani akan bisa diterima dengan baik jika penerima sinyal ( hati –red) dalam kondisi rusak. Rusak karena virus dunia yang menghancurkan sistem security didalam jiwa.  Maka, mintalah kepada Allah SWT agar diberikan hati yang jernih, hati yang hidup, hati yang senantiasa terawat dan terjaga. Begitu banyak doa-doa yang bisa kita ungkapkan dihadapan Nya. Salah satu doa tersebut adalah “ Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbii Alaa diiinik “ .
  1. أ (أهداف او أهمية ) “ Tujuan atau Urgensi” ; Maksudnya adalah agar kita senantiasa menghadirkan dalam benak kita, “ Untuk apa saya membaca Al Quran “ Apakah untuk sekedar memenuhi target khataman ? Apakah karena dorongan pahala yang menjanjikan dengan 10 kebaikan pada tiap hurufnya ? Atau karena tugas harian yang dibebankan ?  Beragam motivasi yang kita miliki. Maka beragam pula manfaat yang kita dapatkan. Manfaat Al Quran akan lebih terasa jika kita bertujuan agar mendapatkan Informasi berharga dari Al Quran yang bisa kita gunakan didalam menjalankan System Operasi Kehidupan Manusia.
  2. ص ( صلاة ) “ Solat” . Sangat dianjurkan sekali proses tadabbur Al Quran dilakukan didalam Solat. Merenungkan bacaan demi bacaan akan lebih mudah dilakukan pada saat solat dibandingkan diluar solat. Kita dituntut untuk menghadirkan hati kita, mengkhusyu’kan jiwa-jiwa kita, memusatkan konsentrasi kita. Kesempatan meraih suasana jiwa seperti ini lebih besar didapatkan ketika kita sedang melakukan solat.
  3. ل ( ليل) “ Malam” . Waktu yang paling tepat untuk mentadabburi Al Quran adalah waktu malam hari. Dan inilah Fitrahnya. Allah menciptakan malam salah satu tujuannya adalah sebagai waktu istirahat. Bukan hanya istirahat fisik, namun juga istirahatnya jiwa. Dengan suasana jiwa dalam keadaan tenang, bebas dari kesibukan duniawi, membuat sinyal-sinyal robbani akan menguat sehingga mudah ditangkap oleh penerima sinyal yaitu hati manusia.
  4. أ (أسبوع) “ Minggu” Hendaklah setiap kita mempunyai target untuk mengkhatamkan Al Quran setiap Minggu. Bagi kebanyakan orang memang sangatlah berat. Berat atau tidak sifatnya sangatlah relatif. Karena banyak juga orang yang mampu mengkhatamkan kitab-kitab novel yang tebalnya lebih dari Al Quran hanya dalam waktu satu hari. Mengapa bisa? Karena mereka menikmati bacaannya. Jika sudah menikmati, yang terasa berat menjadi sangatlah ringan untuk dilakukan. Tentu saja ini dilakukan dengan proses. Setahap demi setahap. Target khataman 3 bulan sekali. Meningkat menjadi 2 bulan sekali. Meningkat lagi ke sebulan sekali. Setelah terbiasa, khataman seminggu sekali akan terasa mudah untuk dilakukan.
  5. ح (حفظا) “ Hafalan “ Hendaklah setiap kita membaca Al Quran dengan hafalan. Mengapa ? Membaca dengan menghafal akan memudahkan hati dalam meresapi bacaan. Apalagi bacaan dilakukan didalam solat. Mana mungkin bisa konsentrasi jika solat dalam keadaan membolak balik mushaf. Disibukkan dengan huruf dan lembaran kertas.
  6. ت (تكرار) “ Mengulang ulang “ Hendaklah setiap kita mengulang ayat-ayat sampai benar-benar meresap kedalam jiwa. Semaking sering sebuah lafazh diulang maka   semakin mudah memahami sebuah makna.Tanpa disadari, pengulangan sebuah Lafaz dapat melahirkan pengagungan dan ketakjuban dari apa yang dibaca. Sebagai contoh, jika seseorang merasa takjub terhadap sebuah kisah atau kalimat, maka ia akan mengulang-ngulangnya sendiri, ataupun untuk orang lain.
  7. ر (ربط) “ Mengaitkan” Hendaklah setiap kita selalu mengaitkan setiap bacaan dengan realia kehidupan kita. Caranya dengan mengimplementasikan Al Quran didalam waktu hidupnya malam ataupun siang. Dengan cara seperti ini Al Quran akan selalu hidup didalam hatinya. Setiap realita hidupnya selalu sejalan dengan yang diarahkan oleh Al Quran. Setiap ada persoalan selalu ada jawabannya dari Al Quran.
  8. ت (ترتيلا) “ Membaca dengan perlahan” . Janganlah tergesa-gesa didalam membaca ayat ayat Nya. Hanya karena menginginkan target khatamannya tercapai. Ibnu Katsir berkata : Bacalah Al Quran dengan perlahan karena hal itu akan membantu untuk memahami Al Quran dan Mentadabburinya. Dan dengan cara seperti inilah Rosulullah membaca Al Quran. Aisyah berkata : “Beliau membaca Al Quran dengan tartil seolah-olah menjadi surat terpanjang”
  9. ج (جهرا) “ Mengeraskan suara” Karena sesungguhnya mengeraskan suara lebih membantu untuk konsentrasi dan perhatian.

(Heru Basfar)

Tentang ali bashfar abu abdillah

Tahsin Online, Tadabbur Online, Tajwid Online, Ngaji Online, Quran Online
Pos ini dipublikasikan di REFLEKSI QURANI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s