Pengadilan Century VS Pengadilan Ilahy (Tadabbur Aayatul Hisaab)

Tadabbur Aayatul Hisaab..

Setiap fenomena yang ada ditengah kita, sudah sepatutnya dijadikan pelajaran. Sebagai inspirasi bagi langkah-langkah kita dalam meniti kehidupan. Kita lihat, kita dengar, bagaimana suasana investigasi dalam kasus kasus besar di negeri ini. Bahkan ditayangkan secara live dan di tonton oleh jutaan manusia di negeri ini. Yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Episode demi episode pemeriksaan dan investigasi yang super ketat yang dilakukan para anggota dewan dinegeri ini terhadap para saksi dan tersangka kasus yang sangat luar biasa dampaknya bagi stabilitas nasional. Ada episode tegang, episode menangis, Episode emosi. Bahkan sangat jelas kita saksikan, para tersangka yang di cecar pertanyaan-pertanyaan tajam, mukanya terlihat pucat pasi karena tekanan yang sangat luar biasa. Ditambah lagi dengan perasaan malu yang teramat sangat kepada public yang ikut menyaksikan. Disaksikan oleh jutaan manusia. Bayangkan, disiarkan secara live, bahkan terekam dengan baik kata demi kata dan sikap yang dilakukan.

Ada episode lain yang membuat kita mungkin bertanya. Siapa yang benar dan Siapa yang salah. Masing-masing pihak mempertahankan argumentasinya.. Tentu saja untuk membela dirinya. Dengan kelihaian mengolah kata sampai kelihaian mengutak atik data. Maka wajar jika kita semakin ragu akan penyelesaian kasus besar ini

Ketika melihat suasana ini, saya sempat berfikir, bagaimana jadinya jika saya yang berada duduk disana. Diinvestigasi, ditanya, diaudit, dihisab. Dengan hisab yang sangat teliti dari apa yang dilakukan , bagaimana kejadiannya, kenapa bisa terjadi , kapan  terjadinya, dengan sangat mendetail. Saya katakan, saya tidak akan mampu menghadapi ini.

Melihat dan menyaksikan episode-demi episode drama di ruang anggota dewan, saya kembali berfikir dan mencoba untuk mengkorelasikan dengan suasana yang akan sama-sama kita rasakan yang gambarannya lengkap tertera di panduan suci ummat islam. Tentang bagaimana suasana pengadilan, investigasi, perhitungan di hadapan Allah yang akan lebih mengerikan dan mendebarkan dibandingkan dengan suasana yang baru ini sama-sama kita saksikan.  Coba kita simak : gofir :17-16

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur dan menuju mahsyar); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.

Kita saksikan episode “Investigasi Ilahi” yang akan sama-sama kita lewati ini. Dimulai dari pemanggilan paksa dari Allah ketika semua berada dialam kubur menuju padang mahsyar. Tidak ada yang bisa menolak pemanggilan ini karena lillahil waahidil Qohhar. Pada saat itu kekuasaan tertinggi ada pada Dia yang Esa dan maha perkasa. Sangat berbeda dengan pemandangan saat ini, disaat manusia mudah mengabaikan panggilan yang ditujukan kepada dirinya. Lalu episode berikutnya, bagaimana kita di panggil sendiri-sendiri berhadapan langsung dengan hakim Agung :

“  Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.”

Bayangkan episode ini, sendiri-sendiri berhadapan langsung dengan Allah. Tidak ada teman. Tidak ada pendamping. Tidak ada pengacara. Lebih dahsyatnya lagi, kondisi yang ada saat itu tidak ada yang tersembunyi sedikitpun.

Al Haqqoh 18. “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).”

Data-data yang ada sangat valid dan lengkap. Detail dan terpercaya. Tidak ada manipulasi. Tidak ada rekayasa.Tersimpan rapi dibuku catatan ilahi. Kitaabum Marquum. Tidak ada drama. Tidak ada kesaksian palsu. Tidak ada manipulasi data. Tidak ada kata-kata dusta. Yang ada adalah kesaksian dari saksi yang tidak bisa berbohong. Saksi yang tidak pandai mengolah kata. Saksi yang kebenarannya mutlak. Tidak ada yang menduga. Tidak ada yang mengira ketika anggota tubuh kita  ternyata mengungkapkan sedatail–detailnya dan mengungkan fakta yang tak terbantahkan mengenai kedustaan kita selama ini.

tYaasiin 65. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

Malu! Menyesal!  ! Sedih! Dengan fakta yang terkuak dengan jelas. Tanpa tertinggal sedikitpun. Teringat kembali dosa-dosa kita. Teringat kembali kezoliman kita. Saat itu kita sadar. Ternyata harta tidak bisa menolong kita sebagaimana didunia. Manakala ada harta , penjara bisa disulap menjadi surga dunia. Kala itu, kita sadar sesadarnya. Bahwa kekuasaan tidak ada lagi manfaatnya, padahal didunia, kekuasaan bisa menyulap penjahat menjadi orang terhormat.

Al Haqooh 25. “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka Dia berkata: “Wahai Alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian Itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku.”

Ingin rasanya kita kembali kedunia. Walaupun Cuma sehari saja. Harapan kita begitu besar, meminta-minta, merengek-rengek dihadapan Nya. Hatta dengan menangis darah sekalipun. Harapan itu pasti sirna. Karena waktu sudah tiada.

As sajdah 12. “Dan, jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang yakin.”

Justru yang menyedihkannya adalah, sebuah jawaban dari Dia yang paling berkuasa. Jawaban yang sangat menyesakkan. Jawaban yang teramat menyakitkan.

As Sajdah 14.” Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan Pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.

Kita sama-sama simak, dengar dan saksikan. Episode demi episode yang tergambar dengan jelas didalam Al Quran. Dan sudah pasti setiap kita tidak akan mampu menghadapi kenyataan pahit ini. Karena itulah sang kholifah Umar bin khottob menegaskan kepada kita untuk mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan. Dengan ungkapannya yang sangat terkenal , حاسبو انفسكم قبل ان تحسبو, Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah. Ungkapan ini sangat relevan dengan perintah Allah kepada kita, untuk senantiasa memperhatikan , apa saja yang sudah kita lakukan untuk hari akhirat. Kita hitung-hitung, kita teliti, kita evaluasi amal apa saja yang sudah kita lakukan dan amal apa saja yang belum kita lakukan.

Al Hasyr 18.”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Seorang ulama pernah menyampaikan mengenai langkah-langkah penghisaban diri yang efektif. Pertama : memulai dari hal yang wajib, bila dia mendapatkan kekurangan maka usahakan memenuhinya.Kedua : kemudian larangan-larangan, bila dia mengetahui bahwa dia telah berbuat satu dosa, maka tutuplah dengan taubat, istighfar dan kebaikan yang dapat menghapusnya.Ketiga : bermuhasabah diri atas kelalaian, dan menutupinya dengan dzikir dan menghadap Allah. Keempat : bermuhasabah diri atas gerak-gerik anggota tubuh, ucapan lisan, perjalanan kedua kaki, perbuatan tangan, dan pendengaran kedua telinga, apa yang kamu inginkan dengan ini semua ? dan untuk siapa dia melakukannya ? dan demi apa kamu melakukannya

Akhirnya, kita mohon kepada Allah agar kita mendapatkan keringanan disaat yaumul hisab nanti. Sebagaimana pemandangan yg digambarkan didalam Al Quran :

Al Haqqoh 19.” Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, Maka Dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,22. Dalam syurga yang tinggi,23. Buah-buahannya dekat,24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

Heru Basfar

Tentang ali bashfar abu abdillah

Tahsin Online, Tadabbur Online, Tajwid Online, Ngaji Online, Quran Online
Pos ini dipublikasikan di REFLEKSI QURANI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s