KELAS QURAN ONLINE

Niat belajar sich sudah ada. Tapi sibuk kerja membuat anda terhalang dari belajar Al Quran ? atau minimnya lembaga Al Quran didaerah anda membuat belajar Al Quran jadi sulit ? Atau belajar Al Quran didepan banyak orang membuat anda tidak percaya diri ? INILAH SOLUSINYA !! Yang akan membantu permasalahan anda diatas. Belajar Al Quran Online. Telah membantu banyak kaum muslimin yang dahaga akan ilmu Al Quran. Belajar dari nol. Ingin meningkatkan kualitas bacaan. Ingin faham tajwid. Ingin menghafal Al Quran. Ingin merasakan indahnya makna Al Quran. Anda bisa belajar privat atau kelompok. Hubungi via ym :ibnu_hekh@yahoo.com. Atur waktunya. Kita mulai belajar. Selamat bergabung bersama Para Pecinta Al Quran…….

Dipublikasi di DUNIA QURAN | Tag , | 8 Komentar

Percuma khatam, tapi banyak salahnya!

baca-quranSahabat odoj sekalian,
Pernyataan seperti judul di atas mungkin sering muncul dalam benak kita. Yang bisa saja menggoyahkan semangat kita untuk terus membaca al quran. Atau pernyataan lain yang serupa; ‘ lebih baik baca sedikit tapi disertai tadabbur dan pemahaman’,  ‘ al quran itu untuk dipahami bukan sekedar dibaca, apalagi baca cepat cepat!’ , ‘ ngapain maksa baca sejuz, toh allah melihat kualitas bukan banyaknya doang!’, ‘ baca quran harus hati hati, kalau salah nanti malah berdosa’ dst..

Apakah sepenuhnya salah pernyataan seperti itu? Saya katakan tidak ! Ada benarnya, tapi banyak salahnya. Mari kita simak alasan alasan berikut:

- mengapa kita harus membaca satu juz? Alasannya: karena cara yang paling efektif untuk menambah pahala disisi allah adalah dengan membaca al quran. Mungkin kita lemah di sholat kita, sedekah dan infak kita, atau jihad kita, nah dengan tilawah inilah peluang meraup pahala sangat besar. Hitungannya bukan juz, tapi huruf. Redaksi dalilnya jelas :
من قرأ حرفامن كتاب الله فله به حسنةوالحسنة بعشر أمثالها

- mengapa harus satu juz? Karena ini sunnah!  Jawaban yang simple. Adakah dalilnya? Jelas ada, bahkan redaksinya jelas menggunakan kata perintah, tidak tanggung tanggung, riwayat bukhori sumbernya :
إقرإ القران فى شهر
Bacalah quran ( khatamkanlah) quran dalam sebulan.

Masih ragu, karena alasan lain?
Saya kan masih terbata bata, nanti malah dosa kalau maksa baca. Hmmm…siapa yang bilang dosa? Yang dosa itu yang tidak mau baca dan tidak mau belajar. Bahkan ada hadist yang menguatkan :
الذي يقرأالقران وهو عليه شاق فله أجران
Orang yang membaca al quran dan ia menemukan kesulitan, maka baginya dua pahala.

Hadist ini, seakan akan telah memprediksi akan ada orang orang yang mengalami kondisi ini. Ingin baca, semangat ada, tapi masih terbata bata. Maka baginya tetap dapat pahala. So, masih takut baca sejuz karena banyak salah?

-’ lebih baik baca sedikit tapi faham daripada khatam tapi ga faham’

Mengapa harus dibenturkan kedua hal ini? Mengapa tidak justru disinergikan? Kedua duanya punya keutamaan disisi allah. Khatam utama, baca dengan tadabbur dan pemahaman juga utama. Idealnya, kita bisa khatam dengan baca tartil ditambah dengan tadabbur. Namun kondisi kita berbeda beda, dengan berbagai kelemahan yang kita miliki, masih ada peluang untuk meraih dua keutamaan tersebut. Yakni dengan membagi waktu kita dengan dua waktu bersama quran. Waktu untuk tilawah khataman. Dan waktu untuk tadabbur ayat ayat pilihan. So, tidak ada lagi alasan untuk ragu melanjutkan habit hasanah ini,justru seharusnya kita menambah dengan habit baru, one day one surat tadabbur.

- by: baba Ali-

| 1 Komentar

Kajian Tahsin Online | Perbedaan Makhroj dan sifat Huruf

Dipublikasi di Bertanya tentang Al Quran?, DUNIA QURAN | Tinggalkan komentar

Indahnya Berkarier Sambil Tetap Hafalkan al-Quran

Image

Hidayatullah.com–Menjadi Penghapal Qur’an adalah sebuah keniscayaan. Sesibuk apapun kegiatan dan karier, menghapal pesan dan firman Allah Subhanahu Wata’ala seharusnya tidak dijadikan beban. Hal itulah yang diharapkan dalam acara “Mukhayyam Al-Quran Nasional Akhwat ke-3” yang diadakan oleh Yayasan Markaz Al-Quran, Jakarta.

Selama lima hari (26 November-1 Desember 2013), para akhwat penghapal Quran akan berkumpul di Puncak, Bogor.

Mukhayyam berarti pembinaan khusus dan intensif. Sebanyak 157 orang peserta yang berasal dari Sabang sampai Merauke, menguatkan tekad berinteraksi dengan Al-Quran secara intensif. Baca lebih lanjut

| Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Luar biasa, anak muda Indonesia menjadi sorotan TV Kuwait karena prestasi hafal Quran

Indonesia merupakan Negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia dan merupakan negara yang subur oleh para Hafidz Al Quran. Maka tak heran jika Indonesia dikenal juga sebagai negerinya para hafidz Al Quran. Daya tarik nuansa Al Quran di Indonesia ternyata menarik minat pemilik program televisi di Kuwait. Secara khusus mereka membuat program yang bertajuk ‘ Musafir Maal Quran’. Sebuah program yang menceritakan kisah kisah kehebatan para penghafal Al Quran di seluruh dunia khususnya negeri kita tercinta, Indonesia. Dalam tayangan ini akan disajikan kisah nyata perjalanan anak muda Indonesia saat proses menghafalkan Al Quran yang penuh inspirasi. Tayangan yang sangat penting untuk disimak oleh para pembaca Infoislami.com dalam meningkatkan motivasi menghafal Al Quran. Selamat mengikuti.

Taut | Posted on by | Tinggalkan komentar

Kisah dua buta

Kisah dua buta

10 tahun yang lalu, ada dua orang buta yang mengobrol tentang nasibnya dan rencana mereka  untuk menjalani kehidupan :

Buta A : Sebenarnya kita beruntung loh jadi orang buta, gampang nyari duitnya. Gak perlu kerja ntar duit datang sendiri. Kita berdiri aja dilampu merah, orang orang bakalan ngasih duit. Satu orang seribu, sehari ada 100 orang yang ngasih bisa dapet 100 rebu. Sebulan bisa dapet 3 juta. Gimana ? Mau gak ikut saya ???

Buta B : Gak ah, saya gak mau begitu. Kamu terserah aja mau milih jadi begitu. Kalau saya lebih baik belajar agama aja. Pengen belajar Al Quran, jadi Hafiz Al Quran. Biar berkah hidupnya.

Buta A : Kamu yakin ? Gimana nanti untuk kebutuhan sehari hari ? Mendingan ikut saya aja yuk !

Buta B : Nggak!! Saya gak mau!

 

Singkat cerita, 10 tahun berlalu. Saat ini kita akan melihat bagaimana nasib keduanya. Siapa yang nasibnya lebih beruntung ??

Ternyata, Buta A sampai saat ini masih saja jadi pengemis. Mukanya gosong terbakar sinar matahari. Karena mikirin hanya urusan perut. Belum punya rumah, dan tetap jadi miskin tanpa seorangpun yang mau menghormatinya.

Sedangkan buta B. Ternyata saat ini hidupnya luar biasa berlimpah. Berlimpah rezkinya dan juga ilmunnya. Dihormati oleh banyak orang, karena ilmunya. Bahkan menjadi imam di acara acara masjid besar dalam dan luar negeri. Punya rumah dan mobil. Semua itu karena pilihannya yang tepat untuk memilih Ilmu ketimbang Uang!

 

Kisah diatas disampaikan oleh ustad Amir Faishol saat membahas tentang tafsir surat abasa. Bagaimana Allah memuliakan orang-walau buta, tidak punya jabatan, tidak dihormati – yang mau menuntut ilmu. Bahkan Rosul ditegur karena tidak mau memperhatikannya.

Kisah diatas adalah kisah nyata dari seorang Hafiz Quran bernama Ustad Abdul Hayy Al Hafiz….

| 2 Komentar

Jalan Jalan Bersama Al Quran

DVD Motivasi dan Inspirasi Quran. Pemesanan Silakan hubungi Babaaliafra 08811670141 whatsapp/sms/callGambar

| Tinggalkan komentar

ORANG ‘ANEH’ ITU TERNYATA SUDAH HAFAL QURAN

Islamedia – Rasanya tak akan habis tinta ini untuk menuliskan segala keutamaan beliau, Asyahidah Ustadzah Yoyoh. Meski aku hanya berjumpa beberapa kali saja. Meski mungkin beliau juga tak hafal betul namaku siapa. Tetapi, setiap pertemuan dengan beliau selalu penuh makna, berkesan sangat dalam.

Satu saat, waktu berkunjung ke rumah beliau di kompeks DPR Kalibata, tahun 2006-an kalau tak salah, aku memandang takjub karena di dekat ruang tamu ada freezer besar berisi aneka sea food dan ikan beku. Di depan rumah juga terpampang spanduk iklan: SEDIA NUGGET, FILLET IKAN, bla bla bla.

Meski pun hal seperti ini biasa aku jumpai di rumah tangga lainnya, tapi bagiku kali ini menjadi tidak biasa, karena beliau adalah anggota DPR RI, yang secara fasilitas tercukupi. Tapi kehidupan beliau tetap bersahaja. Mungkin, usaha itu dimaksudkan bukan semata untuk menambah penghasilan, tapi juga untuk melatih jiwa enterpreneur putra-putranya. Belajar bagaimana menjemput rizki dari Allah melaui upaya-upaya riil, tidak sekedar minta pada orang tua. Aku sendiri tak yakin, apakah anggota-anggota DPR lain, apalagi yang tidak paham tentang missinya sebagai aleg, mau menyediakan dagangan semacam itu di bagian depan rumahnya, ataukah gengsi mereka jauh lebih besar dari pada semangat untuk berwirausaha. Baca lebih lanjut

| 3 Komentar

ADA BERITA BESAR…..(Tadabbur Surat Annaba)

BERITA BESAR YANG DIPERTANYAKAN*
H. Saiful Bahri, MA**.

Mukaddimah: Jawaban Atas Berbagai Keraguan

Dalam surat sebelumnya (al-Mursalât) Allah mengulang-ulang ayat ”wailun yaumaidzin lilmukadzdzibîn” yang artinya ”kecelakaan yang besar pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan” sebanyak sepuluh kali; maka dalam surat ini Allah lebih banyak menjelaskan tentang hari kebangkitan dan kemudian pembalasan bagi para manusia sesuai amal dan perbuatannya. Hari yang didustakan oleh banyak orang sejak para rasul sebelum Nabi Muhammad menyampaikannya pada kaum mereka.

Dengan hal inilah Allah menyampaikan pesan dalam surat An-Naba’ (Berita Besar) di awal juz 30. Juz terakhir dari al-Qur’an yang didalamnya terdapat 37 surat. Sebagian besar surat tersebut diturunkan Allah di masa kenabian pertama yang dikenal dengan periode Makkah. Hanya dua saja –yang disepakati oleh para ulama- merupakan surat madaniyah, yaitu surat al-Zalzalah dan surat An-Nashr yang turun pada periode Madinah.

Surat an-Naba’ diturunkan setelah surat al-Ma’arij([1]). Surat ini memuat sebuah berita besar yang dipertanyakan dan didustakan oleh orang-orang kafir([2]). Yaitu berita tentang hari kiamat yang selalu membuat manusia penasaran dan mencari tahu kapan datangnya([3]).

Hari Kiamat: Misteri Yang Takkan Pernah Terkuak Waktunya

Siapapun orangnya takkan pernah mengetahui kapan tiba masanya hari kiamat; bahkan Nabi Muhammad saw sekalipun. Karena itu bila ada yang mengaku-aku mengetahui kapan datangnya hari kiamat, sudah bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah seorang pendusta, hanya pembual yang bermulut besar.

”Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui”. (QS. 78: 1-5) Baca lebih lanjut

| 2 Komentar

Hukum mengutip injil

Bagi seorang muslim cukuplah Al Quran dan As Sunnah sebagai pedomannya, sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَلَا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ، أَلَا إِنِّي أُوتِيتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ
“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberikan Al Kitab dan yang semisalnya bersamanya, ketahuilah sesungguhnya aku diberikan Al Quran dan yang semisalnya bersamanya.” (HR. Abu Daud No. 4604, Ibnu Zanjawaih dalam  Al Amwal No. 620, Ath Thabarani dalam Al Kabir No.  668, 670, Ahmad No.17174, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiq terhadap Musnad Ahmad: isnadnya shahih, para perawinya adalah perawi terperaya dan perawi hadits shahih, kecuali Abdurrahman bin Abu ‘Aufa, dia perawi Abu Daud dan An Nasa’i, dia terpercaya.   Syakh Al Albani menshahihkan dalam berbagai kitabnya.)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengomentari maksud hadits itu:
يعني: السنة. والسنة أيضًا تنزل عليه بالوحي، كما ينزل   القرآن؛ إلا أنها لا تتلى كما يتلى القرآن، وقد استدل الإمام الشافعي، رحمه الله  وغيره من الأئمة على ذلك بأدلة كثيرة ليس هذا موضع ذلك.
          Yakni As Sunnah. As Sunnah juga diturunkan kepadanya dengan wahyu sebagaimana Al Quran, hanya saja bedanya As Sunnah tidaklah dibacakan sebagaimana Al Quran. Imam Asy Syafi’i Rahimahullah dan sebagian imam lainnya telah menunjukkan hal itu dengan dalil-dalil yang banyak, dan bukan tempatnya di bahas di sini.” (Imam Ibnu Katsir, Muqadimah Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, Hal. 7)
                Ya, umat ini telah diberikan Al Quran dan sesuatu sepertinya bersamanya, yakni As Sunnah, yang dengan keduanya kita tidak akan tersesat selamanya.
 Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما مسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه
“Telah aku tinggalkan untuk kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan pernah tersesat: Kitabullah dan Sunah NabiNya.” (HR. Malik dalam Al Muwatha’ No. 1594, secara mursal. Syaikh Al Albani menyatakan: hasan. Lihat Misykah Al Mashabih No. 186)
Sekarang Zamannya Al Quran
                Ada sebuah kisah menarik, yang diriwayatkan oleh Imam Ad Darimi berikut ini.
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنُسْخَةٍ مِنْ التَّوْرَاةِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ نُسْخَةٌ مِنْ التَّوْرَاةِ فَسَكَتَ فَجَعَلَ يَقْرَأُ وَوَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ يَتَغَيَّرُ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ ثَكِلَتْكَ الثَّوَاكِلُ مَا تَرَى مَا بِوَجْهِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ عُمَرُ إِلَى وَجْهِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَغَضَبِ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ بَدَا لَكُمْ مُوسَى فَاتَّبَعْتُمُوهُ وَتَرَكْتُمُونِي لَضَلَلْتُمْ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ وَلَوْ كَانَ حَيًّا وَأَدْرَكَ نُبُوَّتِي لَاتَّبَعَنِي
Mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al ‘Ala, bercerita kepada kami Ibnu Numair, dari Mujalid, dari ‘Amir, dari Jabir,  bahwa Umar bin Khathab  datang ke Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  dengan membawa  lembaran bagian dari Taurat. Kemudian Umar berkata: “Wahai Rasulullah, ini merupakan lembaran dari kitab taurat.” Rasulullah terdiam, lalu Umar membacanya dan wajah Rasulullah berubah. Pada saat itu Abu Bakar mengatakan pada Umar: “Engkau menjadikan wajah Rasulullah berubah, pandanglah wajah beliau. Maka Umar melihat wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata: “Aku berlindung dari kemurkaan Allah dan kemurkaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aku ridha terhadap Allah sebagai Rabb, terhadap Islam sebagai agama dan terhadap Muhammad sebagai nabi.”Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Dzat yang diriku berada di tangannya, sekiranya Nabi Musa tampak dihadapan kalian saat ini, kemudian kalian mengikutinya serta meninggalkan aku, maka kalian akan tersesat dari jalan yang lurus. Sekiranya Musa hidup dan mengalami masa kenabianku, niscaya dia akan mengikutiku.” (HR. Ad Darimi dalam Sunannya No. 435, lihat juga Musnad Ash Shahabah fil Kutub At Tis’ah No. 378. Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: “sanadnyha dhaif karena kedhaifan Mujalid, tetapi hadits ini hasan.” Syaikh Al Albani juga menghasankan. Lihat Tahqiq Misykah Al Mashabih No. 55) Kemudian Rasulullah
Kisah ini menegaskan bahwa zaman ini adalah zaman Al Quran. Walaupun Taurat dari Allah Ta’ala kepada NabiNya juga, yakni kepada Nabi Musa ‘Alaihissalam, justru jika dia hidup pada masa kini niscaya dia akan mengikuti syariat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Al Quran.
Sekedar Mengutip, Kufurkah?

Baca lebih lanjut

| Tinggalkan komentar

QURAN CERIA SDIT AL HUSNAYAIN BEKASI

| 3 Komentar